{"id":9110,"date":"2024-12-04T01:01:00","date_gmt":"2024-12-04T00:01:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ember-energy.org\/laporan\/indonesia-coal-phase-out-2040"},"modified":"2024-12-04T07:31:57","modified_gmt":"2024-12-04T06:31:57","slug":"indonesia-pensiun-batu-bara-di-2040","status":"publish","type":"insight_page","link":"https:\/\/ember-energy.org\/id\/laporan\/indonesia-pensiun-batu-bara-di-2040\/","title":{"rendered":"Pensiun pembangkit listrik batu bara di Indonesia pada 2040 membutuhkan peningkatan EBT"},"content":{"rendered":"<div class=\"report-hero\">\n\n\n          <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ember-energy.org\/app\/uploads\/2024\/09\/1-35-Indonesia_s-Sidrap-Wind-Farm-Sulawesi-Indonesia-scaled.jpg\" loading=\"lazy\" alt=\"\" class=\"report-hero-image\">\n      <div class=\"report-hero-grad\"><\/div>\n    \n\n  <div class=\"container\">\n\n          <div class=\"breadcrumbs\">\n            <a href=\"https:\/\/ember-energy.org\/id\/\" class=\"crumb\">Beranda<\/a>\n        \n  <\/div>\n    \n    <div class=\"row\">\n      <div class=\"column\">\n\n        <div class=\"w-richtext\">\n                    <h1>Pensiun pembangkit listrik batu bara di Indonesia pada 2040 membutuhkan peningkatan EBT<\/h1>\n                              <h4><p>Tersedia dalam: <a href=\"http:\/\/ember-energy.org\/latest-insights\/indonesia-coal-phase-out-2040\">English<\/a><\/p>\n<\/h4>\n                  <\/div>\n\n\n                <div class=\"tag-wrapper\">\n                              <div class=\"herotag\">4 Desember 2024<\/div>\n            <div class=\"tagbreak darktb\"><\/div>\n          \n\n          \n          \n                                                        \n              <div class=\"herotag\"><strong>12 menit baca<\/strong><\/div>\n              <div class=\"tagbreak darktb\"><\/div>\n            \n          \n                  <\/div>\n                                \n      <\/div>\n    <\/div>\n\n\n  <\/div>\n<\/div>\n\n<div class=\"contents-section stickycontents\">\n  <div class=\"container\">\n    <div class=\"row\">\n      <div class=\"contents-block row-contents on-page-sticky-menu\">\n\n      <\/div>\n    <\/div>\n  <\/div>\n<\/div>\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n<div class=\"author-section toc-as\">\n  <div class=\"container\">\n    <div class=\"row\">\n            \n        <a href=\"https:\/\/ember-energy.org\/id\/people\/dinita-setyawati\/\" class=\"author-wrapper auth-link w-inline-block\">\n      <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ember-energy.org\/app\/uploads\/2024\/09\/Dinita-Setyawati-1-150x150.png\" loading=\"lazy\"  alt=\"\" class=\"quote-prof-img\">\n    <div class=\"quoteassoc\">\n    <strong>Dinita Setyawati<br><\/strong>\n    Senior Energy Analyst, Asia<br\/>\n    <em>Ember <\/em>\n  <\/div>\n<\/a>\n\n        \n        <a href=\"https:\/\/ember-energy.org\/id\/people\/rini-sucahyo\/\" class=\"author-wrapper auth-link w-inline-block\">\n      <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ember-energy.org\/app\/uploads\/2024\/09\/Rini-Sucahyo-e1727087919403-150x150.png\" loading=\"lazy\"  alt=\"\" class=\"quote-prof-img\">\n    <div class=\"quoteassoc\">\n    <strong>Rini Sucahyo<br><\/strong>\n    Head of Global Strategic Communications<br\/>\n    <em>Ember <\/em>\n  <\/div>\n<\/a>\n\n                    <\/div>\n  <\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"section sidebar-block padding-medium\">\n  <div class=\"container\">\n    <div class=\"row\">\n      <div class=\"column\">\n\n        \n                <div class=\"article-body w-richtext\">\n        <h4>Ambisi pensiun PLTU di Indonesia membutuhkan peningkatan energi baru dan terbarukan (EBT) hingga 65% pada tahun 2040, sistem baterai yang terintegrasi, dan penurunan kapasitas pembangkit listrik berbahan bakar batu bara sebesar 3 GW per tahun.<\/h4>\n\n        <\/div>\n        \n        \n\n      <\/div>\n\n              <\/div>\n\n    <\/div>\n  <\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"section text-block whites padding-small\">\n  <div class=\"container\">\n    <div class=\"row\">\n                  <div class=\"column\">\n                          <div class=\"w-richtext\"><h3>Indonesia menargetkan pensiun pembangkit listrik berbahan bakar batu bara pada 2040<\/h3>\n<p><b>Dengan meningkatkan porsi energi baru dan terbarukan menjadi 65% pada tahun 2040, dan mengurangi kapasitas batu bara sebesar 3 GW per tahun, Indonesia dapat mencapai target tersebut.<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Target pensiun penggunaan pembangkit listrik berbasis batu bara (PLTU) pada tahun 2040 yang <\/span><a href=\"https:\/\/setkab.go.id\/en\/g20-summit-president-prabowo-subianto-highlights-indonesias-green-energy-vision-global-climate-role\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">disampaikan oleh Presiden Prabowo di G20<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> menandakan bahwa <\/span><a href=\"https:\/\/ember-energy.org\/app\/uploads\/2024\/10\/Report-ASEANs-clean-power-pathways-2024.pdf\"><span style=\"font-weight: 400;\">negara konsumen batu bara terbesar di Asia Tenggara ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> akan mempercepat produksi energi baru dan terbarukan (EBT) dan mencanangkan kebijakan yang mendukung EBT. Namun, tanpa perubahan sistemik, terutama di sektor listrik, perekonomian Indonesia tidak akan mencapai target dekarbonisasi ini. Untuk itu, Indonesia perlu menyelaraskan jumlah pasokan EBT yang diperlukan dengan pertumbuhan konsumsi listrik hingga tahun 2040.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baru-baru ini, Indonesia <\/span><a href=\"https:\/\/setkab.go.id\/en\/g20-summit-president-prabowo-subianto-highlights-indonesias-green-energy-vision-global-climate-role\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">memajukan targetnya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mengurangi emisi karbon dan mencapai emisi nol pada tahun 2050 <\/span><a href=\"https:\/\/maritim.go.id\/detail\/komitmen-net-zero-carbon-tahun-2060-indonesia-seimbangkan-target-emisi-dan-target-pembangunan-ekonomi\"><span style=\"font-weight: 400;\">(sebelumnya ditetapkan <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">pada<\/span><a href=\"https:\/\/maritim.go.id\/detail\/komitmen-net-zero-carbon-tahun-2060-indonesia-seimbangkan-target-emisi-dan-target-pembangunan-ekonomi\"><span style=\"font-weight: 400;\"> tahun 2060)<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun, ketergantungan historis pada tenaga fosil, serta adanya <\/span><a href=\"https:\/\/www.esdm.go.id\/id\/media-center\/arsip-berita\/dmo-dan-icpr-untuk-keamanan-pasokan-batubara-domestik-dan-optimasi-penerimaan-negara\"><span style=\"font-weight: 400;\">mandat harga batu bara domestik<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, membuat Perusahaan Listrik Negara (PLN) harus segera mencari dukungan pendanaan untuk menghentikan pembangkit listrik batu bara dan membiayai penggantinya dengan alternatif yang lebih bersih seperti energi <\/span><a href=\"https:\/\/apbi-icma.org\/news\/onlineupdates\/presiden-prabowo-tegaskan-komitmen-indonesia-pada-energi-terbarukan\"><span style=\"font-weight: 400;\">panas bumi, air, tenaga surya, dan bioenergi.<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mencapai target tersebut, Indonesia perlu merencanakan pembangunan pembangkit listrik berbasis EBT dalam jumlah besar. Dalam hal ini, tenaga surya (dikombinasikan dengan baterai) merupakan teknologi yang paling memungkinkan, sementara bioenergi adalah <\/span><a href=\"https:\/\/ember-energy.org\/latest-insights\/asean-insights-2024\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">paling mahal.<\/span><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Indonesia perlu meningkatkan ambisi EBT<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan permintaan listrik yang diproyeksikan tumbuh <\/span><a href=\"https:\/\/etd.repository.ugm.ac.id\/penelitian\/detail\/224935\"><span style=\"font-weight: 400;\">sekitar 5% per<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> tahun, Indonesia membutuhkan energi bersih EBT untuk memenuhi kebutuhan sektor industri dan komersialnya. Peningkatan energi surya, dikombinasikan dengan penyimpanan baterai untuk memaksimalkan pemanfaatannya, dapat memberikan peluang yang signifikan, terutama karena Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana untuk mengakomodasi lebih banyak penggunaan EBT yang bervariasi melalui <\/span><a href=\"https:\/\/ember-energy.org\/latest-insights\/indonesias-expansion-of-clean-power-can-spur-growth-and-equality\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">jaringan listrik pintar yang terkoneksi secara digital<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/money.kompas.com\/read\/2024\/11\/27\/112403026\/hingga-2040-22-gw-pembangkit-listrik-gas-bakal-dibangun-di-100-lokasi#:~:text=Dalam%20draft%20Rencana%20Usaha%20Penyediaan,memanfaatkan%20gas%20sebagai%20penyeimbang%20energi.\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rancangan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk tahun 2024-2033<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> memproyeksikan penambahan kapasitas gas sebesar 22 GW dan kapasitas nuklir sebesar 5 GW, yang mengindikasikan adanya alternatif lain selain batu bara. Selain itu, target Kemitraan Transisi Energi Berkeadilan (JETP) yang tercantum dalam dokumen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Comprehensive Investment and Policy Plan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (CIPP) 2023 lebih menekankan peran EBT, dengan porsi yang lebih besar pada tenaga surya, angin, panas bumi, bioenergi, dan hidro pada tahun 2040. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Target ini berarti Indonesia dapat memenuhi proyeksi kebutuhan listrik sebesar 806 TWh pada tahun 2040, jika pangsa EBT <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mencapai <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">65%. Tenaga surya akan menyumbang 20%, angin 11%, dan EBT <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">lainnya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">seperti <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nuklir, panas bumi, bioenergi, dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hidro<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">akan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mencapai 34%. Perhitungan ini <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mencakup kapasitas baterai sebesar 68 GWh pada aplikasi stasioner untuk menstabilkan output energi surya, berdasarkan beberapa <\/span><a href=\"https:\/\/docs.google.com\/document\/d\/1dVWa6t80FX8RHJ_JB1vZAYvYND2bVEM4XxKgsWDlZas\/edit#heading=h.2jxsxqh\"><span style=\"font-weight: 400;\">parameter utama<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> termasuk efisiensi, faktor pemanfaatan kapasitas untuk pembangkit listrik tenaga surya, dan jam penyimpanan. <\/span><\/p>\n<\/div>\n        \n              <\/div>\n                <\/div>\n\n\n  <\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"section embed-block singlecolumn whites padding-small\">\n    <div class=\"container\">\n                        <div class=\"row\">\n\n                                          <div class=\"flourish-embed flourish-chart\" data-src=\"visualisation\/20590694?253986\"><script src=\"https:\/\/public.flourish.studio\/resources\/embed.js\"><\/script><noscript><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/public.flourish.studio\/visualisation\/20590694\/thumbnail\" width=\"100%\" alt=\"chart visualization\" \/><\/noscript><\/div>\n                                    <\/div>\n          <div class=\"row\">\n            <div class=\"column\">\n\n              \n\n\n            <\/div>\n          <\/div>\n                        <\/div>\n  <\/div>\n\n\n\n<div class=\"section text-block whites padding-small\">\n  <div class=\"container\">\n    <div class=\"row\">\n                  <div class=\"column\">\n                          <div class=\"w-richtext\"><h4>Pensiun PLTU pada 2040 dapat dimulai dengan penurunan kapasitas sebesar 3 GW per tahun hingga 2040<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Utusan Khusus untuk COP29, Indonesia menargetkan penambahan <\/span><a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/news\/20241112033547-4-587412\/go-green-prabowo-canangkan-tambahan-75-gw-listrik-dari-energi-hijau\"><span style=\"font-weight: 400;\">kapasitas EBT sebesar 75 GW pada tahun 2040<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Untuk mencapai target ini sekaligus merealisasikan target pensiun penggunaan batu bara secara penuh pada tahun yang sama, kapasitas gas akan meningkat hampir lima kali lipat dari 21 GW menjadi 108 GW. Selain berisiko, investasi tenaga gas juga kontraproduktif karena <\/span><a href=\"https:\/\/www.iea.org\/commentaries\/cost-of-capital-survey-shows-investments-in-solar-pv-can-be-less-risky-than-gas-power-in-emerging-and-developing-economies-though-values-remain-high\"><span style=\"font-weight: 400;\">tidak sebanding<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan manfaat yang dapat diperoleh dari tenaga surya, khususnya di negara berkembang. Investasi pendapatan publik terhadap gas dan perluasan infrastruktur bahan bakar fosil juga tidak konsisten dengan masa depan yang menuntut peralihan dari bahan bakar fosil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalur yang lebih tepat adalah menambahkan kapasitas energi bersih EBT sebesar 8 GW setiap tahun, sambil menurunkan kapasitas pembangkit batu bara sebesar 3 GW per tahun untuk sistem tenaga listrik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">on-grid<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terkoneksi ke jaringan listrik PLN, dengan target pensiun PLTU secara menyeluruh pada tahun 2040. Selain itu, pengintegrasian penyimpanan baterai sebesar 4 GWh setiap tahun hingga tahun 2040 akan memungkinkan Indonesia untuk memaksimalkan penggunaan tenaga surya, karena <\/span><a href=\"https:\/\/ember-energy.org\/latest-insights\/asean-insights-2024\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">beban puncak listrik pada malam hari<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Jalur ini sejalan dengan tujuan EBT yang diuraikan dalam dokumen JETP CIPP dan proyeksi penambahan kapasitas listrik Pemerintah sebesar 103 GW pada tahun 2040.<\/span><\/p>\n<\/div>\n        \n              <\/div>\n                <\/div>\n\n\n  <\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"section embed-block singlecolumn whites padding-small\">\n    <div class=\"container\">\n                        <div class=\"row\">\n\n                                          <div class=\"flourish-embed flourish-chart\" data-src=\"visualisation\/20590804?253986\"><script src=\"https:\/\/public.flourish.studio\/resources\/embed.js\"><\/script><noscript><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/public.flourish.studio\/visualisation\/20590804\/thumbnail\" width=\"100%\" alt=\"chart visualization\" \/><\/noscript><\/div>\n                                    <\/div>\n          <div class=\"row\">\n            <div class=\"column\">\n\n              \n\n\n            <\/div>\n          <\/div>\n                        <\/div>\n  <\/div>\n\n\n\n<div class=\"section quotes-block whites padding-small\">\n  <div class=\"container\">\n    <div class=\"row\">\n      <div class=\"column content-column right\">\n                                                <div class=\"article-body w-richtext\">\n            <h3>Langkah kunci pencapaian ambisi 2040<\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah Indonesia telah menyadari pentingnya melakukan dekarbonisasi pasokan listrik. Pertanyaan pentingnya sekarang adalah: Bagaimana cara mempercepat proses ini? Realisasi dekarbonisasi secara sepenuhnya membutuhkan lebih dari sekadar pemasangan panel surya dan turbin angin yang mengandalkan sinar matahari dan angin. Tindakan nyata diperlukan untuk mengekspansi adopsi\u00a0 EBT, serta memastikan bahwa teknologi tersebut mendapatkan momentum yang diperlukan untuk mendorong transisi ke depan.\u00a0<\/span><\/p>\n\n            <\/div>\n                          <\/div>\n      <div class=\"column quote-column right\">\n\n                            <div data-delay=\"4000\" data-animation=\"cross\" class=\"slider w-slider \" data-autoplay=\"true\" data-easing=\"ease\" data-hide-arrows=\"false\" data-disable-swipe=\"false\" data-autoplay-limit=\"0\" data-nav-spacing=\"3\" data-duration=\"500\" data-infinite=\"true\">\n            <div class=\"mask w-slider-mask\">\n                              \n                  <div class=\"slidesmall w-clearfix w-slide\">\n                    <div class=\"slider-quote-block\">\n                      <p class=\"quotetext  revqt \">&#8220;Indonesia berada di titik penentu untuk mengakhiri penggunaan batu bara pada 2040. Bahan baku untuk komponen baterai menjadi kekuatan utama Indonesia dalam mendukung kapasitas penyimpanan energi terbarukan. Hal ini menghadirkan potensi besar untuk mengintegrasikan energi surya dengan baterai, yang akan memfasilitasi transisi menuju ekonomi hijau.&#8221;<\/p>\n                      <div class=\"tailshape  revts \"><\/div>\n                      <div class=\"author-wrapper\">\n                                                  <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ember-energy.org\/app\/uploads\/2024\/09\/Dinita-Setyawati-150x150.png\" loading=\"lazy\" alt=\"\" class=\"quote-prof-img\">\n                                                                          <a href=\"https:\/\/ember-energy.org\/people\/dinita-setyawati\" class=\"quote-link\">\n                                                    <div class=\"quoteassoc\"><strong>Dr Dinita Setyawati<br>\u200d<\/strong>Analis Senior Kebijakan Ketenagalistrikan untuk Asia Tenggara, Ember<\/div>\n                                                  <\/a>\n                                                <\/div>\n                    <\/div>\n                  <\/div>\n                                              \n                  <div class=\"slidesmall w-clearfix w-slide\">\n                    <div class=\"slider-quote-block\">\n                      <p class=\"quotetext  revqt \">&#8220;Sebagai pembangkit listrik tenaga batu bara terbesar kelima di dunia, ambisi Indonesia untuk memensiunkan PLTU pada 2040 adalah titik balik signifikan. Untuk mencapainya, Indonesia perlu mempercepat ekspansi EBT dan merumuskan kebijakan transisi yang adil. Ini adalah tantangan yang berat, namun merupakan peluang bagi Indonesia untuk mewujudkan perekonomian yang berkelanjutan dan juga berpotensi mengubah penggunaan batu bara global.&#8221;<\/p>\n                      <div class=\"tailshape  revts \"><\/div>\n                      <div class=\"author-wrapper\">\n                                                  <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ember-energy.org\/app\/uploads\/2024\/09\/Rini-Sucahyo-e1727087919403-150x150.png\" loading=\"lazy\" alt=\"\" class=\"quote-prof-img\">\n                                                                          <a href=\"https:\/\/ember-energy.org\/people\/rini-sucahyo\" class=\"quote-link\">\n                                                    <div class=\"quoteassoc\"><strong>Rini Sucahyo<br>\u200d<\/strong>Manajer Komunikasi Asia, Ember<\/div>\n                                                  <\/a>\n                                                <\/div>\n                    <\/div>\n                  <\/div>\n                                          <\/div>\n                        <div class=\"left-arrow w-slider-arrow-left\">\n              <div class=\"w-icon-slider-left\"><\/div>\n            <\/div>\n            <div class=\"right-arrow w-slider-arrow-right\">\n              <div class=\"w-icon-slider-right\"><\/div>\n            <\/div>\n            <div class=\"slide-nav w-slider-nav w-slider-nav-invert w-round\"><\/div>\n                      <\/div>\n\n\n              <\/div>\n\n    <\/div>\n\n  <\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"section text-block whites padding-small\">\n  <div class=\"container\">\n    <div class=\"row\">\n                  <div class=\"column\">\n                          <div class=\"w-richtext\"><p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mempercepat transisi energi, berikut adalah rekomendasi utama yang kami usulkan:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Keterlibatan sektor swasta yang lebih besar: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Memperkuat peran swasta di sektor kelistrikan dapat membuka peluang pendanaan yang cukup besar untuk transisi energi bersih di Indonesia. Negara-negara Asia Tenggara seperti Viet Nam, Malaysia, dan Thailand telah memperkenalkan <\/span><a href=\"https:\/\/aseanenergy.org\/post\/third-party-access-tpa-principle-the-enabler-to-encourage-greater-utilisation-of-re-and-cross-border-energy-trading\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">kebijakan yang mendukung <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">pembelian<\/span><a href=\"https:\/\/aseanenergy.org\/post\/third-party-access-tpa-principle-the-enabler-to-encourage-greater-utilisation-of-re-and-cross-border-energy-trading\/\"><span style=\"font-weight: 400;\"> listrik berbasis EBT secara langsung<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> oleh perusahaan-perusahaan, sehingga meningkatkan daya saing EBT terhadap bahan bakar fosil. Untuk Indonesia, keterlibatan sektor swasta dapat diperluas dengan mengatur listrik bersih untuk instalasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">captive<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang memasok industri, serta menerapkan kebijakan untuk mengatasi risiko proyek bagi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">off-taker<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan menjawab ketidakpastian seputar reformasi sektor kelistrikan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pengintegrasian penyimpanan energi untuk memaksimalkan penggunaan tenaga surya: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Menerapkan sistem penyimpanan listrik sangat penting untuk meningkatkan pemanfaatan energi surya, mengatasi masalah listrik intermiten dan memastikan keandalan pasokan listrik EBT. Saat ini, pemerintah belum memiliki kerangka kerja khusus untuk mengimplementasikan sistem penyimpanan baterai, kecuali untuk dimasukkan ke dalam struktur tarif baru, di bawah Peraturan Presiden nomor 112 tahun 2022, yang membatasi <\/span><a href=\"https:\/\/www.ahp.id\/presidential-regulation-112-indonesias-commitment-to-renewable-energy\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">biaya penyimpanan sistem penyimpanan baterai<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> sebesar 60% dari tarif dasar.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Penyusunan kerangka kerja peraturan yang komprehensif untuk menentukan PLTU yang akan dipensiunkan lebih awal:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Informasi yang lebih terperinci mengenai PLTU mana yang akan dihentikan, dalam kategori apa, dan kapan waktunya, merupakan hal yang sangat penting untuk sebuah rencana yang komprehensif. Merujuk pada pengumuman pemerintah untuk memensiunkan 13 PLTU secara dini, selain PLTU di <\/span><a href=\"https:\/\/www.kompas.id\/baca\/english\/2024\/03\/27\/en-pensiun-dini-pltu-cirebon-1-beroperasi-hingga-tahun-2035\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cirebon<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, sebagian besar PLTU lainnya <\/span><a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/news\/20240821114215-4-565099\/pltu-paiton-suralaya-masuk-daftar-pensiun-dini-pembangkit-sebelum-2030\"><span style=\"font-weight: 400;\">yang teridentifikasi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> telah beroperasi selama 28 hingga 40 tahun<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">termasuk PLTU di <\/span><a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/news\/20240814123525-4-562963\/ada-rencana-suntik-mati-pltu-suralaya-banten-tapi\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suralaya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/ekonomi\/mengenal-pltu-paiton-salah-satu-pembangkit-listrik-terbesar-di-indonesia-134731\"><span style=\"font-weight: 400;\">Paiton<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, dan <\/span><a href=\"https:\/\/trendasia.org\/enam-tahun-pemulihan-dalam-kegelapan-kip-nyatakan-informasi-kontaminasi-dan-pemulihan-pltu-ombilin-tertutup-bagi-publik\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ombilin.\u00a0<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pengembangan rencana diversifikasi ekonomi untuk provinsi-provinsi yang memiliki PLTU:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Menciptakan strategi diversifikasi ekonomi untuk daerah-daerah yang bergantung pada PLTU, mendorong industri baru dan menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi dampak sosial dari transisi energi. Pengambilan keputusan energi di tingkat provinsi yang bergantung pada batu bara ini harus melibatkan partisipasi aktif dari pemerintah pusat dan daerah, bersama dengan perwakilan masyarakat, untuk memastikan transisi energi yang adil dan inklusif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Peningkatan konektivitas jaringan untuk berbagi sumber daya:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Meningkatkan infrastruktur jaringan untuk memfasilitasi pembagian sumber daya terbarukan di seluruh wilayah Indonesia, dengan mengoptimalkan distribusi energi dan meningkatkan fleksibilitas sistem.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Peningkatan fleksibilitas batu bara:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Mendesain ulang kewajiban kontrak antara PLN dan produsen listrik untuk memfasilitasi pensiun dini PLTU, sehingga memberikan fleksibilitas yang lebih besar untuk mengintegrasikan lebih banyak EBT. Penyesuaian batasan harga dan kewajiban pasar domestik untuk PLTU juga diperlukan untuk memungkinkan realokasi anggaran yang dapat memberikan insentif bagi EBT dan meningkatkan daya saingnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Mengamankan dukungan keuangan untuk pensiun dini batu bara: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mewujudkan pensiun dini PLTU, <\/span><a href=\"https:\/\/www.voaindonesia.com\/a\/ri-bisa-hapus-penggunaan-batu-bara-pada-2040-dengan-bantuan-internasional-\/6297905.html\"><span style=\"font-weight: 400;\">dukungan keuangan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dirancang khusus untuk mewujudkan rencana ini harus tersedia. Hal ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pemilik pembangkit listrik, pemodal dan dunia internasional untuk mengembangkan solusi yang layak.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Memasukkan batu bara <\/b><b><i>captive<\/i><\/b><b> dalam rencana pensiun dini:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Memastikan strategi penghentian penggunaan batu bara mencakup penggunaan batu bara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">captive<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tidak terhubung ke jaringan kelistrikan PLN untuk memungkinkan transisi ke energi bersih yang lebih luas dan komprehensif. CREA dan GEM <\/span><a href=\"https:\/\/globalenergymonitor.org\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/EN-CREA_GEM_Indonesia-Captive_2024.pdf\"><span style=\"font-weight: 400;\">memperkirakan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> bahwa kapasitas listrik tenaga batu bara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">captive<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan mencapai 26,2 GW pada tahun 2026, yang besarnya lebih dari setengahnya total kapasitas <\/span><a href=\"https:\/\/ember-energy.org\/data\/electricity-data-explorer\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">batu bara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">on-grid<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> pada tahun 2023.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemensiunan PLTU secara bertahap hingga tahun 2040 akan memposisikan Indonesia untuk mencapai target iklim global 1,5C. Hal ini menandai sebuah langkah signifikan menuju masa depan yang berkelanjutan dan rendah karbon. Dengan melakukan transisi ini, Indonesia tidak hanya berkontribusi pada tujuan iklim global, tetapi juga menyiapkan sistem energi yang lebih tangguh dan terdiversifikasi, mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan memastikan stabilitas lingkungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, penggunaan lebih banyak EBT oleh Indonesia dapat membawa manfaat berupa ekspansi <\/span><a href=\"https:\/\/ember-energy.org\/latest-insights\/indonesias-expansion-of-clean-power-can-spur-growth-and-equality\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">peluang kerja<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> di sektor energi terbarukan, menarik lebih banyak investasi ramah lingkungan, dan mendapatkan akses ke sumber listrik yang lebih murah, lebih bersih, dan lebih berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<\/div>\n        \n              <\/div>\n                <\/div>\n\n\n  <\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"container row-break\">\n      <div class=\"rowbreak\"><\/div>\n    <\/div>\n\n\n<div class=\"section text-block whites padding-small\">\n  <div class=\"container\">\n    <div class=\"row\">\n                  <div class=\"column\">\n                          <div class=\"w-richtext\"><h2>Materi pendukung<\/h2>\n<\/div>\n        \n              <\/div>\n                <\/div>\n\n\n  <\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"section text-block whites padding-small\">\n  <div class=\"container\">\n    <div class=\"row\">\n                  <div class=\"column\">\n                          <div class=\"w-richtext\"><h3>Metodologi<\/h3>\n<\/div>\n        \n              <\/div>\n            <div class=\"column\">\n                          <div class=\"w-richtext\"><p><span style=\"font-weight: 400;\">Angka-angka pangsa pembangkitan dan kapasitas untuk periode yang sama diestimasi dengan menggunakan interpolasi linier antara pangsa pembangkitan yang ada dan nilai kapasitas terpasang untuk tahun 2023, bersama dengan <\/span><a href=\"https:\/\/etd.repository.ugm.ac.id\/penelitian\/detail\/224935\"><span style=\"font-weight: 400;\">pertumbuhan permintaan listrik tahunan sebesar 5%<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dari tahun 2024 hingga 2040. Rinciannya adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai proyeksi gas sebesar 22 GW berdasarkan draf<\/span><a href=\"https:\/\/money.kompas.com\/read\/2024\/11\/27\/112403026\/hingga-2040-22-gw-pembangkit-listrik-gas-bakal-dibangun-di-100-lokasi\"><span style=\"font-weight: 400;\"> RUPTL<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> PLN <\/span><a href=\"https:\/\/money.kompas.com\/read\/2024\/11\/27\/112403026\/hingga-2040-22-gw-pembangkit-listrik-gas-bakal-dibangun-di-100-lokasi\"><span style=\"font-weight: 400;\">2024-2033<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai proyeksi nuklir <\/span><a href=\"https:\/\/katadata.co.id\/ekonomi-hijau\/energi-baru\/673e97d4b5fa8\/prabowo-akan-bangun-pembangkit-nuklir-5-gw-untuk-kejar-target-bauran-ebt\"><span style=\"font-weight: 400;\">sebesar 5 GW pada tahun 2040<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Proyeksi energi terbarukan dan nilai target baterai pada tahun 2040 menurut <\/span><a href=\"https:\/\/jetp-id.org\/cipp\"><span style=\"font-weight: 400;\">proyeksi dokumen JETP tahun 2023<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penambahan kapasitas baru sebesar <\/span><a href=\"https:\/\/katadata.co.id\/ekonomi-hijau\/energi-baru\/67360263b772c\/prabowo-mau-bangun-75-gw-pembangkit-energi-terbarukan-hingga-2040-masuk-akal\"><span style=\"font-weight: 400;\">103 GW pada tahun 2040<\/span><\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kapasitas baterai untuk proyek tenaga surya dihitung dengan menggunakan parameter utama, seperti efisiensi sistem baterai (memperhitungkan kehilangan energi selama pengisian dan pengosongan), faktor pemanfaatan kapasitas (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">capacity utilisation factor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\/CUF) untuk pembangkit listrik tenaga surya (diasumsikan 22% dari kapasitas penuh yang digunakan setiap hari), dan durasi di mana baterai dapat memasok listrik dengan kapasitas penuh. Kapasitas baterai dalam gigawatt-jam (GWh) diperoleh dengan mengalikan kapasitas baterai dalam gigawatt (GW) dengan durasi penyimpanan yang diasumsikan selama 4 jam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembangkitan energi terbarukan diperkirakan menggunakan faktor kapasitas dari <\/span><a href=\"https:\/\/ens.dk\/sites\/ens.dk\/files\/Globalcooperation\/technology_data_for_the_indonesian_power_sector_-_final.pdf\"><span style=\"font-weight: 400;\">katalog teknologi sektor listrik.<\/span><\/a><\/p>\n<\/div>\n        \n              <\/div>\n                <\/div>\n\n\n  <\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"section text-block whites padding-small\">\n  <div class=\"container\">\n    <div class=\"row\">\n                  <div class=\"column\">\n                          <div class=\"w-richtext\"><h3>Ucapan terima kasih<\/h3>\n<\/div>\n        \n              <\/div>\n            <div class=\"column\">\n                          <div class=\"w-richtext\"><h4>Gambar sampul<\/h4>\n<p>Deretan turbin angin di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Angin Sidrap di Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, Indonesia<\/p>\n<p>Kredit: <a href=\"https:\/\/www.alamy.com\/a-line-of-wind-turbines-at-the-sidrap-wind-farm-site-in-sidenreng-rappang-south-sulawesi-indonesia-image213286512.html\">Yermia Riezky Santiago<\/a> \/ Alamy Stock Photo<\/p>\n<\/div>\n        \n              <\/div>\n                <\/div>\n\n\n  <\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana pensiun pembangkit listrik batu bara di Indonesia membutuhkan peningkatan EBT hingga 65% pada tahun 2040, sistem baterai yang terintegrasi, dan pengurangan kapasitas PLTU sebesar 3 GW per tahun.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":4136,"parent":6555,"menu_order":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","insight_type":[191],"explore":[227,128,147,159],"class_list":["post-9110","insight_page","type-insight_page","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","insight_type-commentary-id","explore-asean-id-regions-id","explore-asia-id","explore-indonesia-id","explore-electricity-id"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ember-energy.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/insight_page\/9110"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ember-energy.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/insight_page"}],"about":[{"href":"https:\/\/ember-energy.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/insight_page"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ember-energy.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9110"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ember-energy.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/6555"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ember-energy.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4136"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ember-energy.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9110"}],"wp:term":[{"taxonomy":"insight_type","embeddable":true,"href":"https:\/\/ember-energy.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/insight_type?post=9110"},{"taxonomy":"explore","embeddable":true,"href":"https:\/\/ember-energy.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/explore?post=9110"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}